Hubungan Donald Trump dengan Kremlin, Putin dan AS (Luar Negeri)

Hubungan Donald Trump dengan Kremlin, Putin dan AS (Luar Negeri)

Donald Trump menginginkan pertemuan Juli 2018 di Helsinki dengan rekannya dari Rusia, Vladimir Putin, untuk membangkitkan kenangan akan pertemuan penting yang terjadi pada 1980-an antara Presiden AS Ronald Reagan dan pemimpin Soviet Mikhail Gorbachev. KTT kontrol senjata itu telah menghasilkan jenis citra ikonik yang disukai Trump: pria-pria kuat dan serius yang bertemu di tempat-tempat yang jauh untuk membahas isu-isu besar hari itu. Hal ini memicu rasa penasaran pengamat politik dunia, teori tercipta, apakah ini cara yang memang dibuat oleh Trump untuk menunjukkan kehebatannya dalam seni kesepakatan?

Hubungan Donald Trump dengan Kremlin, Putin dan AS (Luar Negeri)

Bagaimana Putin Mengeksploitasi Disfungsi Amerika dan Memicu Pandangan Publik

Pada saat pertemuan itu, salah satu staf menjelaskan telah menghabiskan lebih dari satu tahun bertugas di pemerintahan Trump sebagai wakil asisten presiden dan direktur senior untuk urusan Eropa dan Rusia di Dewan Keamanan Nasional. Seperti orang lain yang bekerja di Gedung Putih, saat itu Ia telah belajar banyak tentang keistimewaan Trump.

Kita semua tahu, misalnya, bahwa Trump jarang membaca materi pengarahan terperinci yang disiapkan stafnya untuknya. Dalam pertemuan atau panggilan dengan para pemimpin lain, dia tidak akan pernah bisa mematuhi naskah yang disepakati atau rekomendasi anggota kabinetnya. Point ini terbukti selama percakapan pertemuan yang telah diatur Trump di Helsinki.

Putin Mengeksploitasi Disfungsi Amerika

Trump juga sering terdengar tentang isu-isu dalam agenda untuk beberapa kepentingan kekuasaan. Ketika Trump mengayunkannya, dia bisa dibujuk dengan segala macam hal. Jika pengunjung atau penelepon asing adalah salah satu orang kuat yang disukainya, Trump akan selalu memberikan perlakukan khusus terhadap orang itu. Tanpa mengikuti tatanan sistem pemerintahan yaitu mendengarkan pandangan para penasihatnya sendiri.

Selama pertemuan kabinet dengan delegasi Hungaria yang berkunjung pada Mei 2019. Trump memotong penjabat Menteri Pertahanan AS Patrick Shanahan, yang mencoba menjelaskan masalah keamanan Eropa yang kritis. Di depan semua orang, Trump memberi tahu Shanahan bahwa perdana menteri otokratis Hongaria, Viktor Orban. Tanpa menjelaskan detail yang jelas, Trump mengadakan pertemuan di Ruang Oval beberapa saat Ia mengungumkan bahwa Orban lebih baik daripada Shanahan.

Post Selanjutnya : Informasi CryptoCurrency

Dalam pikiran Trump, orang kuat Hungaria itu hanya memiliki otoritas lebih dari pejabat Amerika yang bekerja untuk Trump sendiri. Pemimpin lainnya setara dengannya, dan anggota stafnya tidak. Bagi Trump, semua informasi terkait mengalir darinya, bukan ke dia. Kecenderungan Trump ini disesalkan ketika dimainkan di balik pintu tertutup, memang tidak mudah untuk dijelaskan. Ketika sampakai ke pandangan publik, komentar miring itulah yang terjadi selama konferensi pers yang sekarang menjadi bencana yang legendaris setelah pertemuan Trump dengan Putin di Helsinki.