Investasi Telkomsel di Gojek Kunci Tetap Kompetitif di Panggung Global: Economist

Investasi Telkomsel – Baru-baru ini, ada sbobetcb.com banyak diskusi mengenai investasi Telkomsel di decacorn Gojek Indonesia, yang sekarang dikenal sebagai GoTo Gojek Indonesia, setelah pemecahan rekor merger dengan raksasa e-commerce lokal Tokopedia.

Hal ini menarik untuk dilihat dari perspektif ekonomi dan investasi, karena sektor telekomunikasi global menghadapi banyak tantangan dengan pendapatan suara dan pesan yang terus menurun.

Di sisi lain, ekonomi internet Indonesia terus membengkak, mencapai $70 miliar dan menandakan proyeksi optimistis sebesar $146 miliar, menurut laporan ekonomi SEA 2021 oleh Google, Temasek, dan Bain.

Harris Turisno, ekonom dan anggota Komisi VI DPR yang membidangi perdagangan, perindustrian, investasi, koperasi, usaha kecil menengah, dan badan usaha milik negara, turut angkat bicara.

Investasi Telkomsel di Gojek Kunci Tetap Kompetitif di Panggung Global: Economist

Harris yang juga anggota komite kerja investasi BUMN di perusahaan ekonomi berbagi ini mengatakan, investasi Telkomsel di Gojek diperlukan untuk mengatasi penurunan bisnis voice dan pesan.

Telkomsel perlu menemukan aliran pendapatan baru untuk mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan sebagai perusahaan telekomunikasi. Investasi di Gojek, base ride-hailing terbesar di Indonesia, membawa sinergi lebih dari keuntungan bisnis.

Harris menyatakan, kolaborasi dua perusahaan raksasa ini dapat membawa nilai sosial dan ekonomi ke basis yang lebih luas. Misalnya, mereka bisa berkolaborasi dalam program sinergi di mana pengemudi Gojek atau UKM menggunakan Telkomsel sebagai penyedia mereka dan menyediakan paket khusus.

“Telkomsel berinvestasi di Gojek dengan harga lebih rendah dari harga IPO [perusahaan],” mengacu pada penawaran umum perdana GoTo Gojek Indonesia senilai Rp 13,7 triliun ($ 913,9 juta) April lalu.

“Ini menunjukkan bahwa ada banyak potensi pertumbuhan di masa depan dan keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi di pasar modal adalah bagian dari kegiatan bisnis,” kata Harris.

Dia mengatakan banyak rekan Telkomsel di pasar global yang melakukan investasi jenis ini agar tetap kompetitif.

“Perusahaan ekonomi berbagi seperti Gojek bukan untuk jangka pendek tetapi rencana bisnis jangka panjang karena tidak hanya mempertimbangkan untung atau rugi tetapi pertumbuhan berkelanjutan yang akan mendukung perusahaan secara fundamental dan terus berkontribusi pada perekonomian Indonesia,” kata Harris.

Kerja bareng itu diwujudkan melalui sejumlah inisiatif yang membidik pelaku UMKM di dalam ekosistem Telkomsel, serta mitra driver Gojek . Inisiatif ini dilakukan dalam rangka memperkuat synergy value yang diciptakan kedua perusahaan guna mendorong digitalisasi dan meningkatkan produktivitas para pelaku sektor informal. Sebab mereka menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi Indonesia.